

Tak perlu mencantumkan program dan misi, cukup nama suami.


Jargon oke, pesan jelas. Namun, pencantuman nama bapak dikhawatirkan berdampak kontraproduktif, terutama terhadap pemilih pria remaja dan orang tua yang trauma karena "burungnya" pernah disembelih sang bapak.

Dari selebriti panggung ingin naik kelas menjadi selebriti politik. Tetapi, Nana, siapa lelaki bodoh itu yang begitu teganya meninggalkan perempuan seperti kamu?
No comments:
Post a Comment